Rabu, 09 Oktober 2019

Kegunaaan jahe bagi kesehatan

Kegunaaan jahe bukan hanya sebagai flora yang bisa menghangatkan tubuh saja. Jahe adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman jahe ini kemudian menyebar ke beberapa negara. Populer sebab aromanya yang khas, jahe dijadikan bahan masakan sekaligus pengobatan pilihan di Cina, India, hingga Timur Tengah. Saat memilih jahe khususnya apabila ingin Kamu gunakan untuk pengobatan, Kamu bisa memilih jahe yang tetap segar, strukturnya kokoh, halus, dan tak berjamur. Apa saja kegunaaan jahe yang bisa Kamu bisakan untuk kesehatan?

 Kegunaaan jahe bagi kesehatan


kegunaaan jahe
Jahe segar mempunyai rasa yang lebih kuat apabila dibandingkan dengan jahe bubuk, kandungan gingerol yang baik bagi kesehatan juga tetap tak sedikit tersedia pada kegunaaan jahe segar. Untuk mekegunaaankan jahe segar, Kamu bisa mencampur jahe dengan masakan semacam masakan olahan seafood, topping salad, dan campuran smoothies alias jus Anda.

Tetapi apabila memilih jahe dalam bentuk bubuk, pastikan Kamu memilih bubuk jahe yang tetap murni. Minuman bubuk jahe yang dipasarkan di pasaran biasanya telah mengandung tambahan gula. Simpan bubuk jahe dalam wadah tertutup rapat dan disimpan di tempat yang kering, gelap, dan tak pengap alias panas.

Kegunaaan jahe bagi kesehatan
1. Menanggulangi persoalan pencernaan
enzim pada pencernaan
Kegunaaan jahe mempunyai sejarah panjang dalam menanggulangi persoalan terkait pencernaan. Dikenal dari generasi ke generasi, jahe adalah salah satu bahan pilihan untuk memperlancar sistem pencernaan. Kandungan phenolic dalam jahe berkegunaaan untuk meredakan gejala iritasi gastrointestinal, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi pada perut, hingga menolong pergerakan makanan dan minuman selagi berada di pencernaan. Jahe juga disebut sebagai carminative, sebuahsubstansi yang bisa menolong mengeluarkan gas berlebih yang ada di sistem pencernaan Anda. Persoalan pencernaan semacam kolik dan dispepsia bisa diatasi dengan jahe.

2. Mengurangi mual
menanggulangi mual dampak kanker serviks
Kegunaaan jahe bisa meredakan mual yang dikarenakan oleh morning sickness, vertigo, maupun efek samping pengobatan kanker. Kamu bisa memakan jahe dengan cara mentah alias menjadikanya minuman, jahe dalam bentuk permen juga bisa bekerja dengan baik khususnya dalam menanggulangi mual yang diderita bunda hamil.

3. Mengurangi rasa sakit
cedera sakit lutut
Suatu penelitian yang diperbuat di University of Georgia menyebutkan bahwa konsumsi suplemen jahe setiap hari bisa mengurangi sakit-sakit otot yang didampakkan oleh berolahraga hingga 25%. Kegunaaan jahe juga bisa mengurangi sakit dampak dysmenorrhea, rasa sakit pada saat menstruasi. Dalam sebuahpenelitian, disebutkan bahwa 60% wanita merasa rasa sakit yang dikarenakan oleh menstruasi bertidak lebih seusai mengonsumsi jahe.

4. Menolong proses detoksifikasi dan mencegah penyakit kulit

Jahe adalah salah satu tipe makanan yang disebut diaphoretic, kegunaaan jahe juga bisa memicu keluarnya keringat. Pengeluaran keringat berguna bagi Kamu khususnya saat Kamu sedang demam alias flu. Tidak hanya menolong proses detoksifikasi, berkeringat juga nyatanya bisa melindungi Kamu dari mikroorganisme yang bisa menyebabkan infeksi pada kulit. Para pakar meneliti sejenis protein yang disebut dermicidin, diproduksi pada kelenjar keringat dan berkegunaaan melindungi tubuh dari bakteri semacam E. coli, staphylococcus aureus, dan jamur yang bisa menyebabkan penyakit kulit.

5. Melindungi Kamu dari kanker
pasien kanker susah tidur
Salah satu kandungan dalam kegunaaan jahe yang berperan dalam mencegah kanker adalah gingerol, phytonutrient dalam jahe yang juga memberbagi rasa pada jahe yang unik. Gingerol bisa mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. University of Minnesota meperbuat percobaan terhadap sekelompok tikus, pada kelompok yang diberi gingerol tersedia 4 tikus yang mengalami tumor usus besar, sementara pada kelompok yang tak diberi gingerol tersedia 13 tikus yang mengalami pertumbuhan tumor. Hingga pada hari ke 49 penelitian, seluruh tikus yang tak diberi gingerol akhirnya disuntik mati sebab pertumbuhan tumornya telah terlalu besar, sementara pada tikus yang diberi gingerol ukuran tumornya setengah dari ukuran tikus yang disuntik mati.

Peneliti yang sama kemudian menguji apakah tidak hanya mencegah pembentukan tumor, gingerol juga bisa mencegah penyebaran dan mengurangi tingkat keparahan sel tumor. Penelitian tersebut memberbagi hasil positif. Gingerol dikualitas sanggup mencegah penyebaran dan bertambah parahnya sel tumor yang telah tak bisa dioperasi.